Detail Informasi

Orasi Ilmiah Dr Yanhar Jamaluddin pada Deklarasi GKR BRI di Medan

Admin ISMI | 16 November 2025 | Berita
Orasi Ilmiah Dr Yanhar Jamaluddin pada Deklarasi GKR BRI di Medan

Medan – Transparansi adalah jantung dari keuangan publik yang sehat. Tanpa keterbukaan, kebijakan fiskal berisiko menjadi sekadar instrumen kekuasaan yang dijalankan untuk kepentingan elit birokrasi dan oligarki, bukan untuk kesejahteraan rakyat.

Demikian kesimpulan orasi ilmiah berjudul "Transparansi Pengelolaan Keuangan Publik" yang disampaikan oleh Dr. Yanhar Jamaluddin, M.AP. Orasi ini disampaikan dalam rangka Deklarasi pembentukan Gerakan Kaya Raya Bersama Rakyat Indonesia (GKR-BRI) yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025.

Deklarasi ini dipimpin oleh Syarifuddin Siba dan dihadiri tokoh lintas agama, etnis, serta profesi, di antaranya Dr. Parlindungan Purba, Prof. Basyaruddin, MS, H. Ruslan, SH, Daudsyah Munthe, dan Datuk Adil F. Haberham bertempat di AOBI Café, Medan.

Dalam orasinya, Dr. Yanhar Jamaluddin, M.AP yang juga menjabat sebagai Sekjen PB Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) menguraikan bahwa media yang bebas dan independen menjadi benteng terakhir transparansi. Tanpa media yang berani, informasi anggaran mudah direkayasa dan dikaburkan. Langkah memperkuat keterbukaan fiskal harus didukung oleh ekosistem informasi yang sehat, birokrasi terbuka, media independen, serta masyarakat sipil yang kritis.

Orasi ilmiah ini diselenggarakan untuk mendorong masyarakat sipil, khususnya GKR-BRI, agar mampu mengubah situasi pengelolaan keuangan publik yang selama ini terkesan sebagai "transparansi semu" atau berada di ruang samar karena alasan rahasia negara, menjadi ruang yang terang sehingga lebih berkualitas dan memenuhi prinsip transparansi.

Di akhir orasi, Dr. Yanhar merekomendasikan agar GKR-BRI berperan sebagai penggerak agar publik mampu mengakses data atau informasi anggaran secara komprehensif untuk tujuan analisis dan advokasi.

(Sumber: https://persatuannews.com/2025/11/16/orasi-ilmiah-dr-yanhar-jamaluddin-pada-deklarasi-gkr-bri/)